Posted in Uncategorized

Perintah-Perintah Dasar Pada Linux

Assalamualaikum Wr.Wb

Sebagai panduan Anda, berikut adalah daftar perintah secara alfabet. Sebenarnya, Anda dapat saja menekan tab dua kali untuk melihat semua kemungkinan perintah yang dapat digunakan. Misalnya Anda ingin mengetahui perintah apa saja yang dimulai dengan huruf a, maka Anda cukup mengetikkan a lalu tekan tab dua kali!

adduser : Perintah adduser digunakan untuk menambahkan user

Contoh:  # adduser Rizky_aulia

Perhatikan bahwa semua perintah yang membutuhkan akses root, di sini saya tulis dengan dengan menggunakan tanda #, untuk memudahkan Anda membedakannya dengan perintah yang tidak perlu akses root.

alias :  Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah

Contoh :  bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankan dengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb:

alias dir=ls

Kalau Anda suka dengan tampilan berwarna-warni, cobalah bereksperimen dengan perintah berikut:

alias dir=”ls -ar –color:always”

apt-cache : Untuk mencari aplikasi yang telah didownload oleh apt-get.

Contoh : apt-cache search apache2

apt-get : Untuk menginstall atau uninstall aplikasi di linux

Contoh : apt-get install apache2

apt-get update : Untuk mengecek pembaruan dari aplikasi yang terinstall di linux.

apt-get upgrade : Untuk memperbarui aplikasi di linux, biasanya digunakan setelah apt-get update.

bg : Untuk maminta sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background.

Contoh : bg apache2

cat : Menampilkan isi dari sebuah file di layar.

Contoh: cat /nama/suatu/file

cd : Untuk mengubah direktori .

Contoh  : cd /etc/bind

chgrp : Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file.

Contoh : # chgrp <grup baru> <file>

chmod :  Untuk mengubah hak akses suatu file . Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu :

    r untuk read,

    w untuk write, dan

    x untuk execute.

Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.

Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah :  chmod ug+rx coba1

Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:  chmod ug-rx coba1

Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).

Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah: chmod 700 coba2

cp : Untuk menyalin file atau copy.

Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2: cp <file1> <file2>

fg : Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground.

Contoh : fg apache2

find : Untuk menemukan dimana letak sebuah file.

Contoh :  find . -name *.doc -print

Contoh hasil:

. /public/docs/account.doc

. /public/docs/balance.doc

. /public/docs/statistik/prospek.doc

./public/docs/statistik/presconf.doc

grep : Global regular expression parse atau grep adalah perintah untuk mencari baris-baris yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan pada file yang diberikan.

Format perintah:  grep [opsional] <teks> <file>

Misalnya akan dicari file-file yang mengandung teks marginal di current direktori c : grep marginal <file>

Gzip : Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana:

gzip <namafile>

hal: Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super useratau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown.

contoh : hal

hostname : Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset nama host sistem.

Contoh pemakaian:

[user@localhost mydirectoryname] $ hostname

localhost.localdomain

kill : Perintah ini akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang kita tentukan. Tujuannya adalah menghentikan proses. Format penulisan:

kill <sinyal> <pid>

PID adalah nomor proses yang akan di hentikan. Tidak tahu PID proses mana yang mau dibunuh? Cobalah bereksperimen dengan perintah:

ps aux | grep <myusername>

less : Fungsinya mirip perintah more.

login : Untuk masuk ke sistem dengan memasukkan login ID atau dapat juga digunakan untuk berpindah dari user satu ke user lainnya.

logout :  Untuk keluar dari sistem.

ls : Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dir di DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar.

man : Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.

Format Penulisan : man <perintah>

mesg : Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal.

Mkdir : Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS. a

Contoh : mkdir mahasiswa

more : Mempaging halaman, seperti halnya less

mount : Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini

mv : Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain

nano : Salah satu editor di linux, seperti halnya notepad di windows.

Contoh : nano /etc/apt/sources.list

Setelah selesai untuk menyimpan menggunakan ctrl+o dan untuk keluar menggunakan ctrl+x

passwd : Digunakan untuk mengganti password.

pwd : print working directory, atau untuk menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada.

rm : untuk menghapus file. untuk Secara default, tidak menghapus direktori.

Contoh : rm [opsi] <file>

rmdir : rmdir atau remove directory(ies) digunakan menghapus direktori, apabila kosong.

Contoh : rmdir <direktori>

scp : Untuk menyalin file dari satu host ke host lainnya. contoh mengirim file buku.txt dari host 192.168.1.1 dengan user aku.

contoh : scp aku@192.168.1.1:/home/buku.txt /home/

shutdown : Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintah halt.

su : Untuk login sebagai super user.

talk : Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.

tar : Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut:

tar <aksi> <option> <file atau direktori>

Contoh: tar -czvf namaFile.tar.gz /nama/direktori/*

Perintah di atas digunakan untuk memasukkan semua isi direktori, lalu dikompres dengan format tar lalu di zip dengan gzip, sehingga menghasilkan sebuah file bernama namaFile.tar.gz

 tar -xzvf namaFile.tar.gz

Perintah di atas untuk mengekstrak file namaFile.tar.gz

umount : Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan.

# umount <filesystem>

unalias : Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan diatas, gunakan perintah:unalias dir

unzip : Digunakan untuk mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres dengan zip. Sintaknya sederhana dan akan mengekstrak file yang anda tentukan:

unzip <namafile>

wall : Mengirimkan dan memberitahu tentang isi pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.

# wall Dear, everyone….. Maaf Saya Lagi Marah, server akan saya matikan 10 menit lagi.

who : Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login dan aktif / sedang menjalankan program . Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login. Misalnya:

who

root ttyp0 May 22 11:44

flory ttyp2 May 22 11:59

pooh ttyp3 May 22 12:08

xhost + : Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke sebuah server X.

xset : Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya bunyi bel dan kecepatan mouse dapat Anda set menggunakan perintah ini:

$ xset b <volume> <frekuensi> <durasi dalam milidetik>

$ xset m <akselerasi> <threshold>

zip : Perintah ini akan membuat dan menambahkan file ke dalam file arsip zip. Lihat juga perintah gzip dan unzip

sumber 

Posted in Uncategorized

terminal connectivity 

sudo iwlist wlan0 scan

This will reveal the SSID in the line “ESSID”. Next, open wpa_supplicant.conf:

sudo nano /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf

You’ll need to add or edit the following:

network={
ssid="SSID"
psk="WIFI PASSWORD"
}

Press CTRL+X to exit and save, pressing Y and Enter to confirm. Wireless connectivity should start immediately; if not, use

sudo ifdown wlan0
sudo ifup wlan0

…to restart wireless. You could also simply enter sudo reboot.

Posted in Uncategorized

Instal Raspberry Pi MYSQL

    • Instal Raspberry Pi MYSQL

      1. Pertamax kita instal dulu mysql nya pake terminal kesayangan kita bersama
        sudo apt-get install mysql-server
      2. Minum air putih dulu, terus nanti bakalan keluar layar ini buat seting password, langsung aja isi tapi JANGAN sampe LUPA ya, repot lagi lah kalo lupa.
        mysql setup
      3. Sekarang kalo mau langsung ngoprek mysql bisa langsung kq, tinggal ketik aja kode ini:
        mysql -u root -p
      4. Paling ditanya password yang tadi doang, mudah-mudahan aja ngga lupa
      5. Sok aja sok bisa langsung kasi comand sqlnya semodel create, alter, delete databases.
      6. Kalo udah nyerah disini langsung aja ketik quit.

      Oh ia kalo mau sql nya dihubungin ke pyton bisa juga kq tinggal ketik ini aja, kalo ngga mau juga gpp sih, tapi enaknya ya sambungin aja siapa tau ntar kapan-kapan-kapan butuh?

      sudo apt-get install python-mysqldb

      Buat sementara beres ni nginstal mysql nya tapi kalo mau pake phpmyadmin lanjut bawah aja 😀

      Instal Raspberry Pi PHPMyAdmin

      Gampang lah ini prosesnya tingal minum aer putih juga jadi

        1. buat yang belum instal apache instal dulu lah apacih nya
          sudo apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5
        2. apacih beres lanjut ke phpmyadmin:
          sudo apt-get install phpmyadmin
        3. Kalo ntar ada yang nanya-nanya, udah jawab aja apacih (red: Apache) langsung enter-enter dah biar ngga pusing
          PHPMyAdmin setup
        4. Nah tapi nanti kalo ditanya password jawab aja pasword yang tadi, password mysql tadi bray
        5. Nah langsung doi nanya lagi password (disuruh set-up) baru lagi buat phpmyadmin, nah bebas sih mau set apa cuman kalo ane si mending samain dah sama mysql biar ngga pusing nanti inget2 kebanyakan password.
        6. Kita buka dulu dah confignya ada yg ingin dimasukin, biar lancar ntar
          sudo nano /etc/apache2/apache2.conf
        7. dah masuk? teruuus di scrool sampe yang paling bawah-bawah-bawah bingit nah disitu cukup masukin kode ini yah say:
          Include /etc/phpmyadmin/apache.conf

          OKalo dah dimasukin jangan lupa save terus exit baik2 yang, inget masuk baik-baik keluar baik2 juga ya.

        8. Reset dulu dah Apacih nya :
          sudo /etc/init.d/apache2 restart
        9. Dah beres gampang kan masuk dah ke phpmyadminnya pake browser seperti biasa (localhost atau pake ip)
          http://localhost/phpmyadmin

      Raspberry Pi PHPMyAdmin

      oh ia kelupaan buat yg bingung , localhost foldernya ada di

      /var/www/html

      jangan lupa di bookmark di file manager biar gampang

                                                   sekian dan terima kasih